MAKALAH
SEMINAR
INFORMATIKA
E-BUSSINESS
NAMA : SILVI HULSANAH
NPM : 18402039
KELAS : MSI-K42/18
MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI
POLITEKNIK
PIKSI GANESHA BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga pada kesempatan kali ini saya berhasil menyelesaikan tugas
makalah ini dengan tepat waktunnya yang berjudul “ E-BUSINESS “ guna sebagai
tugas untuk mata kuliah Seminar Informatika.
Makalah
ini berisi tentang pembahasan judul sehingga
dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan untuk pembaca dan khususnya untuk saya
sendiri.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karna itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan
demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.
Bandung, 21 September 2020
DAFTAR ISI
2.1. Sejarah Dalam Perkembangan E-Bussines
2.2 Pengertian
Sistem E-Business
2.4 Faktor Pendorong E-Business
2.6 Jenis E-Business Karakteristik
2.7 Pengaruh – Pengaruh E-Business Atas Proses Bisnis
2.8 Infrastuktur untuk
E-Business
2.9 Empat Tahap Evolusi e-Business
2.10 Manfaat E-Bisnis bagi perusahaan, customer dan
masyarakat
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Ketika kita
memasuki milenium baru, proses bisnis berbasis internet telah mengubah seluruh
industri dan pasar, yang juga akan menimbulkan dampak besar pada pelanggan dan
bisnis. Electronic business (E-Business) adalah penggunaan teknologi elektronik
terutama dalam bentuk teknologi informasi (TI) untuk melakukan segala proses
bisnis, termasuk didalamnya adalah jual beli atau pertukaran produk, jasa dan
informasi, membangkitkan permintaan melalui kegiatan marketing, melayani
pelanggan, berkolaborasi dengan rekan bisnis dan kegiatan transaksi bisnis
secara online. E-Business akan meningkatkan kinerja bisnis dengan low cost dan
open connectivity dengan diperkenalkannya teknologi baru pada value chain dan
menghubungkan value chains untuk meningkatkan layanan, mengurangi biaya,
membuka saluran baru dan mentransformasi lansekap persaingan. Banyak perusahaan
mulai sadar bahwa banyak manfaat potensial yang diberikan oleh e-Business.
Beberapa manfaat yang diberikan
e-Business adalah :
a) Dukungan yang mutakhir pada usaha untuk melakukan
perekayasaan ulang proses bisnis;
b) Ekspansi jangkauan pasar;
c) Memperkuat hubungan dengan pelanggan dan suplier;
d) Mengurangi biaya dengan mengaplikasikan teknologi
elektronik pada proses bisnis;
e) Menurunkan biaya telekomunikasi dengan infrastruktur
internet.
Karena manfaat
– manfaat yang diberikan oleh e-Business banyak yang berupa manfaat non
finansial (intagible benefit) maka kinerja dan kontribusinya terhadap kinerja
bisnis secara keseluruhan akan sulit diukur dan dievaluasi. Juga akan sulit
untuk me-manage proyek e-Business untuk menyakinkan bahwa manfaat yang nyata
dan terukur dapat dihasilkan. Dalam praktik, proyek e-Business sering di-manage
terlalu teknis dan sedikit melihat pada perspektif bisnis. Proyek e-Business
harus di monitor dan setiap inisiatif dalam e-Business diperlukan perspektif
bisnis yang didefinisikan dengan baik (tentang biaya dan manfaat /
keuntungannya.
Di internet,
ada lagi informasi diletakkan di dalam suatu situs web. Dimana dalam situs web
tersebut terdapat banyak laman (pages) yang merupakan tempat dari suatu
informasi diletakkan. Dan laman-laman situs tersebut diatur, membentuk struktur
yang disusun dalam suatu situs web sehingga saling berhubungan satu sama lain.
Sebagai sumber informasi, seringkali pencari informasi harus mencari informasi
yang diinginkan di laman-laman suatu situs web yang terkait dengan informasi
yang dicari. Internet yang semakin berkembang serta penggunaannya yang semakin
meluas ke berbagai bidang membuat internet menjadi sesuatu yang tidak bisa
dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Salah satunya pada kegiatan e-business
oleh perusahaan. Pada industri ebusiness, situs web menjadi tempat utama
ditawarkannya layanan oleh perusahaan. Sehingga situs web berperan sangat
penting pada keberhasilan sebuah e-business. Membuat suatu situs web yang
efektif sebagai pusat informasi adalah hal yang penting bagi perusahaan, karena
secara tidak langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan atau pengguna situs.
Selain pada industri e-business, sifat dasar situs web sebagai pusat informasi
juga berarti bahwa, sebaiknya sebuah situs web memiliki tingkat kefektifan dan
usabilitas/kegunaan yang tinggi sehingga pengguna atau pencari informasi dapat
dengan mudah dan cepat mencari informasi yang diinginkan.
1.2. Rumusan Masalah
Pada
penulisan makalah ini, saya akan merumuskan masalah pada: Apa itu e-business
serta bagaimana penjelasan mengenai e-business?
1.3. Tujuan Penulisan
Maksud dan tujuan penulisan ini adalah
untuk mengetahui apa itu e-Business dan menganalisa apa saja yang melingkupi
dan tujuan dari e-business.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sejarah Dalam Perkembangan E-Bussines
E-business
adalah E-business (Inggris: Electronic Business, atau “E-business”) dapat
diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan
semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama
kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang
merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi
Internet. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan
sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan
fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan
mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan
pelanggan secara lebih baik.
Dalam
penggunaan sehari-hari, E-business tidak hanya menyangkut e-commerce saja.
Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari E-business, sementara
E-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data
elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari E-business,
e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau
Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai
goal untuk menambah revenu dari perusahaan. E-commerce adalah penyebaran,
pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik
seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. e-commerce
dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem
manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri
teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan
penerapan dari E-business (e-business) yang berkaitan dengan transaksi
komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain
management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online
marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing),
pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E–Business (Electronic Business)
merupakan interaksi eksternal organisasi dengan para pemasok, pelanggan,
investor, kreditor pemerintah, dan media massa juga termasuk penggunaan
teknologi informasi untuk mendesain kembali proses internalnya.
Berdasarkan beberapa definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat
menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat
kesamaan dari setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut
dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat
atau media atau sumber daya yang digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi
sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang diberikan. Hasilnya sebagai berikut :
· Pelaku
E-Business
- Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis
· Alat/Media/S umber Daya yang Digunakan
- Teknologi informasi dan komunikasi
- Komputer, data yang telah terkomputerisasi
- internet
· Kegiatan Sasaran
- Kegiatan bisnis
- Proses bisnis utama
- Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi
- Operasi bisnis utama
· Tujuan
- Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi
- Transformasi proses bisnis
- Sharing informasi
· Keuntungan
- Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
- Memberikan nilai bisnis yang berbeda
- Efisien
- Peningkatan produktivitas dan keutungan
Contoh: Harian Kompas yang juga memiliki e-bisnis Kompas Online. Kompas
menjalankan proses bisnis utamanya berupa penyediaan berita dan distribusinya,
tidak lagi hanya melalui media cetak saja tetapi juga melalui internet.
Keutungan yang dapat diberikan Kompas online dapat diakses oleh seluruh
penduduk di Indonesia (bahkan dunia), up to date, memangkas biaya kertas, dapat
diakses 24 jam, dan lainnya.
2.2 Pengertian Sistem
E-Business
E-bisnis (Inggris: Electronic Business, atau "E-business")
adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan
menggunakan sistem informasi komputer.
Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner.
E-business
diturunkan dari istilah seperti “e-mail” dan “e-commerce”, yaitu bisnis di
internet. E-business adalah istilah yang lebih umum dari e-commerce karena
tidak hanya mengarah pada aktifitas membeli dan menjual melainkan melayani
konsumen dan bekerja sama dengan rekan-rekan bisnis lainnya atau dengan kata
lain E-business merupakan interaksi dengan rekan-rekan bisnis.
Salah satu
yang pertama kali menggunakan istilah tersebut adalah IBM, bulan oktober 1997.
sekarang perusahaan-perusahaan besar kembali memikirkan bisnis mereka di dalam
hal internet dengan kebudayaan dan kemampuanya yang baru. Perusahaan-perusahaan
sekrang menggunakan web untuk membeli peralatan dan persediaan dari perusahaan
lain untuk kemudian bekerja sama dalam promosi penjualan, dan mereka melakukan
penelitian bersama-sama. Dengan memanfaatkan kenyamanan , keberadaan dan
jangkauan yang mencapai seluruh dunia, banyak perusahaan seperti Amazon.com dan
eBay.com.
E-business
adalah sebuah ilmu untuk membawa proses kepada orang yang tepat dan mengajak orang
untuk tertarik pada produk itu sehingga membelinya. Tanpa e-business, ecommerce
hanya sebuah mobil tanpa bahan bakar. Fungsi dari e business yaitu untuk
mensupport bagian dari marketing, produksi, accounting, finance, dan human
resource management. Proses transaksi online memegang peranan yang sangat
penting pada e-business
2.3 Model e-Business
Adapun model
– model E- business dapat dikategorikan menjadi Sembilan Model bisnis yaitu :
1. Virtual Storefront, yang menjual produk fisik atau jasa secara online,
sedangkan pengirimannya menggunakan sarana – sarana tradisional. seperti
jasa posdan kurir.
2. Marketplace Concentrator, yaitu yang memusatkan mengenai informasi produk dan
jasa dari beberapa produsen pada satu titik sentral. Pembeli dapat mencari,
membanding – bandingkan dan kadangkala juga melakukan transaksi pembelian.
3. Information Brokerme, yaitu menyediakan informasi mengenai produk, harga
dan ketersediaannya dan terkadang menyediakan fasilitas transaksi. Namun
nilai utamanya adalah informasi yang disediakan.
4. Transaction Broker, yaitu pembeli dapat mengamati berbagai tarif dan
syarat pembelian namun aktifitas bisnis utamanya adalah memfasilitasi
transaksi.
5. Electronic Clearinghouses, yaitu menyediakan suasana seperti tempat lelang
produk, dimana harga dan ketersediaan selalu berubah tergantung pada
reaksi konsumen.
6. Reverse auction, yaitu konsumen mengajukan tawaran kepada berbagai
penjual untuk membeli barang atau jasa dengan harga yang disfesifikasi
oleh pembeli.
7. Digital Product Delivery, yaitu menjual dan mengirim perangkat lunak,
multimedia, dan produk digital lainnya lewat internet.
8. Content Provider, yaitu yang memperoleh pendapatan melalui
penyediaan kontan.
2.4 Faktor Pendorong E-Business
Perkembangan
implementasi konsep e-business di sebuah industri atau negara sangat di
pengaruhi oleh eksternal driving force yaitu:
1. Customer Expectations
Yang di
harapkan pada saat ini tidak cukup di puaskan dengan baiknya kualitas sebuah
produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya pelayanan pra dan pasca jual
yang baik. Spektrum yang dimaksud antara lain : pemesanan dapat dilaksanakan
anytime, anywhere, dan pembayaran pembelian produk dengan metode yang beragam
misalnya kartu kredit, debit maupun layanan transfer dan adanya fasilitas
asuransi.
2. Competitive Imperatives
Globalisasi
telah membentuk sebuah area persaingan dunia usaha yang sangat ketat. Pelanggan
akan mudah membandingkan kualitas produk dan pelayanan antar perusahaan
mengembangkan strategi bisnis yang tepat.
3. Derugalation
Secara makro
deregulasi yang dilakukan pemerintah maupu negara-negara lain telah (WTO, APEC,
AFTA) turut mewarnai bentuk dunia usaha di masa datang terutama konsep
perdagangan bebas antar negara dan industri. Internet disini dianggap sebagai
sebuah arena dimana konsep kompetisi sempurna dan pasar terbuka telah terjadi
terutama produk-produk dan jasa-jasa yang dapat digitalisasi.
4. Technology
E-Business
adalah kemajuan teknologi informasi yang di dominasi oleh percepatan teknologi
komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya
kritikal bagi perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari di
bentuknya model-model baru.
2.5 Pembagian E-Bisnis
E-Bussiness dibagi menajadi 4 bagian
:
1. Customer Relationship Management
(CRM) : sistem kustomisasi real time yang
memanajemen kustomer dan melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan
keinginan customer atau menyangkut hubungan antaraØ perusahaan dengan konsumen
yang meliputi : Sales, pemasaran, data-data penjualan dan pelayanan,
anggapan dari konsumen.
2. Enterprise Resource Planning
(ERP) : sistem informasi pendukung
e-business, yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply
chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan
otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal
perusahaan tersebut, yang meliputi : Production planning, integrated logistics,
Accounting and Finance, Human Resource, Sales and distribution, order
management.
3. Enterprise Aplication Program
(EAI) : merupakan konsep integrasi
berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data
berbasis message. EAI berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP
dengan CRM.
4. Supply Chain Management (SCM) : manajemen rantai supply secara otomatis
terkomputerisasi. SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.
2.6 Jenis E-Business Karakteristik
B2C (Business to Customer)
• Antar organisasi dan perorangan
• Nilai uang yang dilibatkan lebih
kecil
• Transaksi satu waktu (tidak sering
terjadi)
• Secara relatif sederhana
B2B (Business to Business),
B2G (Business to Government), serta
B2E (Business to Education) • Antar
– Organisasi
• Nilai uang yang dilibatkan lebih
besar
• Hubungan yang kuat dan
berkelanjutan
• Pemberian kredit oleh penjual ke
pelanggan
• Lebih kompleks
2.7 Pengaruh – Pengaruh E-Business Atas Proses
Bisnis
Pembeli dan
Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara
mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga.
Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat
disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian
total diseluruh dunia atas berbagai produk
· Operasi internal, sumber daya
manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara
signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke
informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber
daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam
aktifitas utama. Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas
informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya
tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat
lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang
penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang
ditanggungnya.
· Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan
dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan
input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan
menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara
signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon,
surat-menyurat atau pengiriman faks. Pelayanan dan dukungan Purnajual.
E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke
para pelanggan.
2.8 Infrastuktur untuk
E-Business
Jenis – jenis Jaringan dalam
E-bussiness yaitu :
• Local Area
Network (LAN)
Adalah
jaringan komputer dan peralatan lainnya yang lokasinya dekat antara satu dengan
yang lain (biasanya dalam satu gedung).
• Wide Area Network
(WAN)
Adalah
jaringan komputer dan peralatan lainnya yang mencakup wilayah geografis yang
luas.
• Value Added
Network (VAN)
Adalah
sistem komunikasi jarak jauh yang didesain dan dikelola oleh suatu perusahaan
yang independen.
2.9 Empat Tahap Evolusi e-Business
- Tahap Inform
Pada tahap
awal ini, yang terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan
yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis
internet.
- Tahap Automate
Tahap
berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam
perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil
e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah
sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan.
- Tahap Integrate
Tahap
selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan
proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di
luar perusahaan.
- Tahap Reinvent
Tahap
terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada
perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan
dengan cara mereka melihat bisnis yang ada.
2.10 Manfaat E-Bisnis bagi perusahaan, customer dan
masyarakat
A. Bagi Perusahaan
Memperluas
pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bias
menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik dan menjamin relasi
dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
· Menekan
biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan dan mengakses informasi
berbasis kertas (paperbased information). Memungkinkan perusahaan mewujudkan
bisnis yang sangat terspesialisasi. Contohnya: www.dogtoys.com, www.cattoys.com
dan www.pawprintbooks.com. Menekan biaya persediaan dan overhead dengan
cara memfasilitasi manajemen rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya
berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-intime
(JIT).
· Memungkinkan
perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap produk dan jasanya. Menekan
waktu antara pemabyaran dan penerimaan produk/jasa.
· Meningkatkan
prouktifitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
· Menekan
biaya telekomunikasi.
B. Bagi Customer
Memungkinkan
konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam
sehari) dan dari hampir semua lokasi. Memberikan pilihan produk dan pemasok
yang lebih banyak kepada pelanggan. Memungkinkan konsumen dalam mendaptakan
produk dann jasa yang lebihmurah, karena konsumen biasa berbelanja di banyak
tempat dan melakukan perbandingan secara cepat. Dalam beberapa kasus,
terutama produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk
secara cepat dan real-time.
· Memungkinkan
pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual. Memungkinkan pelanggan
berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronic communities dan saling
bertukar gagasan serta pengalaman. Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada
diskon substansial bagi pelanggan.
C. Bagi Masyarakat Luas
Memungkinkan
lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian untuk
berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.
· Memungkinkan
beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias terjangkau oleh
orang yang kurang mampu. Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan
kawasan pedalaman menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat
tinggalnya, termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat university. Memfasilitasi
penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan
distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dua hal yang
penting dari E-business adalah yang pertama, teknologi informasi atau sering
disebut Internet, yang memungkinkan kita untuk melakukan transaksi bisnis
secara elektronik. Yang kedua adalah orang, dimana pekerjaan yang ada sekarang
penuh dengan orang-orang yang lebih akrab dengan kemajuan teknologi dibandingkan
dengan dua pulih tahun yang lalu. Perdagangan Elektronik (E-Bisnis) adalah
penggunaan sistematik teknologi maju jaringan dan komunikasi untuk memperbaikai
cara perusahaan berinteraksi dengan para pelanggan dan para pemasok. Saat ini,
perdagangan elektronis bukan merupakan pilihan, namun merupakan sebuah
persyaratan dasar bagi perusahaan untuk dapat eksis dan memenangkan persaingan
yang semakin tajam diantara perusahaan baik dalam skala local, nasional,
regional maupun internasional.
3.2. Saran
Berikut
ini Penulis mengemukakan saran yang sekiranya dapat bermanfaat : E – Business
harus terus dikembangkan lagi agar para konsumen menjadi lebih merasa puas atas
semua fasilitas yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
http://rhyoeozonit29tugaskuliah.blogspot.com/2015/03/contoh-makalah-e-bisnis.html
http://sandywck.blogspot.com/2016/11/makalah-e-business-kelompok-8_1.html
http://www.academia.edu/19076895/Makalah_Pengantar_E-_Business.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar