Sabtu, 17 Januari 2015

Hay Perkenalkan saya Silvi, ini merupakan hasil Postinganku yang pertama Jadi, mohon dimaklumi jika isi Content ini kurang menarik atau membosankan untuk dibaca. Kali saya akan memposting Fun Fic pertama dengan judul "I'AM HERE" cekidot..



I’AM HERE


Main Cast        : Do Kyungsoo
                         Kim So Eun
Support Cast   : Park Chanyeol
                         Jung Eunji
Author             : Gue.Hahahah

Musim salju turun pada awal bulan ini. Matahari enggan untuk muncul. Air hujan yang selalu datang bersama-sama menyerbu bumi korea.
“Hujan saja tak pernah kesepian, mengapa aku selalu merasa kesepian?” ucap soeun lirih.
Soeun terus menelusuri lorong jalan dengan payung putih bersih. Hingga ia terhenti di suatu tempat yang penuh dengan bungga yang indah. Soeun termenung sembari menatap bunga indah berwarna Merah pucat itu.
“Suatu saat jodohku kan memetikan bunga yang indah itu untuku”.
“ya, aku percaya takdir”. Ungkap Soeun dalam hatinya.
“Aissh…Omo! Mengapa otaku telah terpenuhi oleh drama-drama di TV! Ayo Soeun ireona…ireona!” Soeun menepuk kepalanya sendiri.
Soeun melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
***

“Eomma aku pulang…” teriak Soeun kepada Eommanya”.
“ Cepatlah ganti bajumu, dan kita makan bersama”. Pinta Eomma kepada Soeun.
Mereka makan malam bersama.
***

Di lain tempat terlihat Kyungsoo yang tengah berlari-lari dengan seorang pemuda yang terlihat lebih tua darinya.  Kyungsoo berlari-lari tidak dengan tangan kosong. Ia membawa buah tangan Sepohon bunga mawar kecil yang belum berbunga. Tak tahu apa yang terjadi, Kyungsoo terus berlari menghindar dari pemuda tua itu. Dari kejauhan Kyungsoo melihat pemukiman yang cukup ramai sehingga setidaknya Kyungsoo bisa meminta bantuan warga setempat untuk membantunya. Tak sengaja Kyungsoo melewati halaman rumah Soeun dan mencoba untuk meminta bantuan lewat jendela kamar.
Tok Tok Tok
“Hello…Hello…Hello…Do you hear me? Please save me”. Suara Kyungsoo tampak terdengar berisik dalam kamar Soeun.
“Tadi sepertinya aku mendengar suara meminta tolong?”
“Apakah aku salah dengar ya?” ucap Soeun tak percaya dalam hatinya.
“ahh…mungkin”. Soeun memantapkan hatinya.
Tok tok tok (Kyungsoo semakin mengeraskan ketukannya di jendela pintu kamar Soeun).
“Siapa itu?” Soeun tampak terkejut dengan apa yang barusan ia dengar. Hatinya semakin berdetak saat Soeun mulai mendekati jendela dan hendak membuka tirai jendela kamarnya.
1 2 3 (hitung Souen pelan dalam hatinya)
Saat Soeun membuka tirai jendela kamarnya, ia sangat terkejut ada orang yang sedang berada di luar halamanya seperti orang yang hendak mencuri.
“Nuguseo?” Tanya Soeun de balik jendela kamarnya.
“I’am david” ucap Kyungsoo menyembunyikan identitas aslinya.
“Mwo?” Soeun tidak mengerti apa yang Kyungsoo ucapkan.
“I’am david” Kyungsoo memperjelas ucapanya.
Ksungsoo yang kesal hanya memukul jendela kamar Soeun sambir berteriak-teriak tak jelas, hingga membuat Soeun semakin tak mengerti.
“Open your window”. Tulis krungsoo di kace jendela yang basah terkena air hujan.
“Oh, ok” Soeun menyetujuinya. Dan segera membuka sedikit jendel kamar di kamarnya.
“I’am Kyungsoo”.
“Aniya, Aniya I’am David”. Kyungsoo hampir ketahuan karena salah menyebutkan nama.
Soeun yang sedang memperhatikan hanya meneruh curiga pada Kyungsoo.
“Apa yang sedang ia lakukan?” gumam Soeun dalam hatiya.
“Mungkin kedatanganku membuatmu kaget, takut, atupun curiga, aku tidak peduli, Yang penting sekarang adalah maukah kamu membantuku kali ini?” pinta Kyungsoo kepada Saeun dengan penuh harap.
“Mwo? Siapa kamu?” ucap Soeun dengan nada ketus.
“Aku tidak peduli mau atau tidak mau kamu harus membantuku! Ini masalah besar jika jatuh di tangan ynag salah. Aku mohon padamu”. Kyungsoo meminta bantuan.
Tak sempat Soeun akan menjawab. Kyungsoo pergi seraya memberikan pot bunga dengan pohon mawar merah berbunga satu yang kecil dan indah. Soeun tampak bingung apa yan Kyungsoo maksud dengan memberinya bunga mawar.
“Mwo?” Soeun bingung seribu keliling tak mengerti.
Ucapan terakhir Kyungsoo sebelum ia meningglkan Soeun dengan seribu Tanya.
“Tolong jaga baik “. Sambil menunjuk pada bunga mawar yang ia tinggalkan.
Soeun yang masih terheran-heran dengan kejadian itu hingga ia tak bisa tidur semalaman. Ia melihat berkali-kali ke arah pohon itu. “Apa maksudnya”. Soeun masih tak mengerti.
Kring…..Dering jam di kamar Soeun mulai bordering dengan kencangnya.
“Ahhh… kenapa sangat berisik jam ini.mengganggu tidurku saja”. Gumam Soeun.
Soeun dengan santainya mulai bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya. Karena jarak rumah Soeun dan sekolahnya cukup dekat, ia tidak perlu menaiki kendaraan atau semacamnya.
***

Bel terdengar di sekolah Soeun, yang menandakan jam sekolah akan di mulai.
“Hampir saja aku datang terlambat”. Ucap Soeun senang.
Setibanya di ruang kelas, Soeun menyapa teman-temanya.
“Annyeong…?”. Sapa Soeun dengan ramah.
“Soeun, maukah kamu nanti malam dating ke pestaku?”. Chanyeol berharap.
“Nde, aku akan datang”. Soeun menerima meskipun sedikit dengan nada yang malas.
“Ara, gomawo”. Ucap chanyeol dengan bahagia. Soeun hanya membalas dengan senyuman kecut di bibirnya.
***

Bel pulang sudah berbunyi. Para siswa bertebaran tak sabar ingin pulang. Soeun tampak berjalan sendiri menuju gerbang sekolah Haneul High School. Dari belakang tampak Taemin berusaha mengerjar Soeun dari belakang dengan sepedanya.
“Soeun, Ayo naik! Akan ku antar pulang. Ini ajakan yang langka, dan ini tak akan pernah terjadi lagi”. Taemin tampak berbual agar Soeun mau menerima ajakanya.
“Anio, Oppa selau bilang seperti itu, bukankah kemarin oppa mengantarku pulang?”, kenapa mengajaku lagi hari ini?” cibir Soeun.
“Kajja…”
Tanpa basa basi lagi Soeun membonceng Taemin di sepedahnya.
Di jalan besar, terlihat Kyungsoo dari dalam mobil melihat Soeun dan Taemin yang sedang naik sepeda. Dalam hatinya ia hanya melihat Soeun dan bergumam, “Sepertinya aku mengenal gadis itu”. Kyungsoo berkata lirih. Mobil Kyungsoo berlalu melewati Soeun yang sedang di bonceng Taemin. Mereka tiba di rumah Soeun. “Gomawo oppa”. Ucap Soeun berterimakasih.
Taemin meningalkan Soeun sembari melambaikan tanganya.
Soeun terhening mengingat apa yang tadi ia lihat. “Sepertinya seseorang yang berada di dalam mobil tadi aku mengenalnya”. Soeun berusaha mengingat-ingat apa yang barusaja terjadi. “Tapi entahlah”. Soeun menggacuhkan kejadian tadi.
Saat Soeun membuka pintu rumahnya, Pandangannya lansung tertuju pada Pot bunga berisi bunga Mawar merah yang berbunga satu. Soeun jadi teringat Pria  misterius malam itu.
“Soeun, cepatlah makan…mengapa hanya melamun di depan rumah saja, cepat masuk”. Suara Ibu Soeun membangunkan Soeun dari lamunannya. “Oh”. Soeun menjawab singkat sembari pergi meninggalakan ruang tamu dan berjalan ke kamarnya. Usai makan siang Soeun ingat kalau sore itu adalah pesta perayaan ultah Chanyeol. Soeun arus rela meninggalkan pekerjaan paruh waktunya untuk pergi ke pesta. “Astaga…aku tak punya baju pesta! Apakah aku harus memakai pakaian muslim saja agar tidak terlihat jika sebenarnya aku tak mempunyai baju pesta?” Guman Soeun kesal. “Gwaenchana…” Soeun tak memperdulikan hal itu, dan tetawa sinis. Soeun yang berdandan rapi dengan kesederhananya memakai pakaian muslim bak akan pergi ke pengajian.
***

Dengan menaiki angkutan umun Soeun tiba tiba di rumah Chanyeol, Tampak teman-teman Soeun yang sudah ramai berkeliaran di pesta Ulang Tahun Chanyeol. “Annyeong…?” Seperti biasa Soeun tampak menyapa teman-temannya. “ Any…(Sembali menoleh kea rah Soeun, tetapi ekspresi Yuri tiba-tiba berubah sinis) Hey Soeun, apa yang sedang kau lakukan disini! Disini tidak ada acara untuk buana muslim…Apa kau tidak malu?” Yuri tampak meledek Soeun yang datang ke pesta dengan memakai pakaian muslim. “Wae…? Suka-suka aku dong, pakaian ini siapa yang pakai, kenapa ikut campur?” Soeun tampak membela. “Hahahaha benar-benar konyol”. Yuri dan teman-temanya hanya menertawakan Soeun kemudian pergi meninggalkan Soeun sendirian.
Kejadian tadi memuat Soeun hilang kepercayaan diri, dan merasa dikucilkan. Soeun merasa sedih dan tak kuasa untuk meneteskan air matanya.  Namun tiba-tiba tangan Soeun di tarik dengan paksa entah siapa. “Waeyo?” Soeun berusaha untuk melepaskan genggaman tangan dari pria tersebut. Dan ternyata Pria yang menyeret Soeun adalah Chanyeol. Soeun kaget denagn apa yang Chanyeol lakukan di hadapan tema-tamannya. “Lepaskan!” Soeun merasa rishi dengan perlakuan Chanyeol terhadapnya. “Ikut aku!”. Chanyeol tetap memaksa Soeun ke suatu tempat. Akhirnya Soeun membiarkan Chanyeol membawanya ke suatu tempat entah dimana. Setelah beberapa menit mereka berjalan ternyata mereka berhenti di dekat ruang make up dirumah Chanyeol. Chanyeol menyeret Soeun dengan paksa dan mendorongnya agar Soeun duduk di kursi rias dan bersedia untuk di rias. “ Kamu tenang saja”. Ungkap Chanyeol dengan senang. Soeun yang bingung hanya terdiam membisu. Soeun sedang di make up oleh seorabg yang professional hingga merubah Soeun bagaikan seorang putri raja. Soeun yang telah selesai dirias melihat dirinya di depan cermin merasa tak percaya dengan keajaiban yang terjadi pada dirinya. “I’m Beautiful”. Guman Soeun dalam hati. Chanyeol yang sedari tadi menunggu Soeun di luar kemudian masuk. Chanyeol pun tak percaya Soeun berubah sangat cantik jelita. Chanyeol semakin terpesona dengan penampilan Soeun. “Ayo kita kembali ke pesta lagi,pasti teman-teman sudah menunggu kita. Mereka berdua kembai meuju ruang pesta, di tengah perjalanan Chanyeol berpapasan dengan pemuda temannya. “Kyungsoo!”. Teriak Chanyeol yang mengagetkan pria itu. Kyungsoo menoleh dan bersalaman dengan Chanyeol. “sejak kapan kau datang kesini?

Lanjut lagi ke Fun Fic Part 2 berikutnya yah...
Jangan sampai terlewatkan!:)

1 komentar: