Hay Perkenalkan saya Silvi, ini merupakan hasil Postinganku yang pertama Jadi, mohon dimaklumi jika isi Content ini kurang menarik atau membosankan untuk dibaca. Kali saya akan memposting Fun Fic pertama dengan judul "I'AM HERE" cekidot..
I’AM HERE
Main
Cast : Do Kyungsoo
Kim So Eun
Support
Cast : Park Chanyeol
Jung Eunji
Author
: Gue.Hahahah
Musim salju turun pada
awal bulan ini. Matahari enggan untuk muncul. Air hujan yang selalu datang
bersama-sama menyerbu bumi korea.
“Hujan saja tak pernah
kesepian, mengapa aku selalu merasa kesepian?” ucap soeun lirih.
Soeun
terus menelusuri lorong jalan dengan payung putih bersih. Hingga ia terhenti di
suatu tempat yang penuh dengan bungga yang indah. Soeun termenung sembari
menatap bunga indah berwarna Merah pucat itu.
“Suatu
saat jodohku kan memetikan bunga yang indah itu untuku”.
“ya,
aku percaya takdir”. Ungkap Soeun dalam hatinya.
“Aissh…Omo!
Mengapa otaku telah terpenuhi oleh drama-drama di TV! Ayo Soeun ireona…ireona!”
Soeun menepuk kepalanya sendiri.
Soeun
melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
***
“Eomma
aku pulang…” teriak Soeun kepada Eommanya”.
“
Cepatlah ganti bajumu, dan kita makan bersama”. Pinta Eomma kepada Soeun.
Mereka
makan malam bersama.
***
Di
lain tempat terlihat Kyungsoo yang tengah berlari-lari dengan seorang pemuda
yang terlihat lebih tua darinya.
Kyungsoo berlari-lari tidak dengan tangan kosong. Ia membawa buah tangan
Sepohon bunga mawar kecil yang belum berbunga. Tak tahu apa yang terjadi,
Kyungsoo terus berlari menghindar dari pemuda tua itu. Dari kejauhan Kyungsoo
melihat pemukiman yang cukup ramai sehingga setidaknya Kyungsoo bisa meminta
bantuan warga setempat untuk membantunya. Tak sengaja Kyungsoo melewati halaman
rumah Soeun dan mencoba untuk meminta bantuan lewat jendela kamar.
Tok
Tok Tok
“Hello…Hello…Hello…Do
you hear me? Please save me”. Suara Kyungsoo tampak terdengar berisik dalam
kamar Soeun.
“Tadi
sepertinya aku mendengar suara meminta tolong?”
“Apakah
aku salah dengar ya?” ucap Soeun tak percaya dalam hatinya.
“ahh…mungkin”.
Soeun memantapkan hatinya.
Tok
tok tok (Kyungsoo semakin mengeraskan ketukannya di jendela pintu kamar Soeun).
“Siapa
itu?” Soeun tampak terkejut dengan apa yang barusan ia dengar. Hatinya semakin
berdetak saat Soeun mulai mendekati jendela dan hendak membuka tirai jendela
kamarnya.
1
2 3 (hitung Souen pelan dalam hatinya)
Saat
Soeun membuka tirai jendela kamarnya, ia sangat terkejut ada orang yang sedang
berada di luar halamanya seperti orang yang hendak mencuri.
“Nuguseo?”
Tanya Soeun de balik jendela kamarnya.
“I’am
david” ucap Kyungsoo menyembunyikan identitas aslinya.
“Mwo?”
Soeun tidak mengerti apa yang Kyungsoo ucapkan.
“I’am
david” Kyungsoo memperjelas ucapanya.
Ksungsoo
yang kesal hanya memukul jendela kamar Soeun sambir berteriak-teriak tak jelas,
hingga membuat Soeun semakin tak mengerti.
“Open
your window”. Tulis krungsoo di kace jendela yang basah terkena air hujan.
“Oh,
ok” Soeun menyetujuinya. Dan segera membuka sedikit jendel kamar di kamarnya.
“I’am
Kyungsoo”.
“Aniya,
Aniya I’am David”. Kyungsoo hampir ketahuan karena salah menyebutkan nama.
Soeun
yang sedang memperhatikan hanya meneruh curiga pada Kyungsoo.
“Apa
yang sedang ia lakukan?” gumam Soeun dalam hatiya.
“Mungkin
kedatanganku membuatmu kaget, takut, atupun curiga, aku tidak peduli, Yang
penting sekarang adalah maukah kamu membantuku kali ini?” pinta Kyungsoo kepada
Saeun dengan penuh harap.
“Mwo?
Siapa kamu?” ucap Soeun dengan nada ketus.
“Aku
tidak peduli mau atau tidak mau kamu harus membantuku! Ini masalah besar jika
jatuh di tangan ynag salah. Aku mohon padamu”. Kyungsoo meminta bantuan.
Tak
sempat Soeun akan menjawab. Kyungsoo pergi seraya memberikan pot bunga dengan
pohon mawar merah berbunga satu yang kecil dan indah. Soeun tampak bingung apa
yan Kyungsoo maksud dengan memberinya bunga mawar.
“Mwo?”
Soeun bingung seribu keliling tak mengerti.
Ucapan
terakhir Kyungsoo sebelum ia meningglkan Soeun dengan seribu Tanya.
“Tolong
jaga baik “. Sambil menunjuk pada bunga mawar yang ia tinggalkan.
Soeun
yang masih terheran-heran dengan kejadian itu hingga ia tak bisa tidur
semalaman. Ia melihat berkali-kali ke arah pohon itu. “Apa maksudnya”. Soeun
masih tak mengerti.
Kring…..Dering
jam di kamar Soeun mulai bordering dengan kencangnya.
“Ahhh…
kenapa sangat berisik jam ini.mengganggu tidurku saja”. Gumam Soeun.
Soeun
dengan santainya mulai bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya. Karena jarak
rumah Soeun dan sekolahnya cukup dekat, ia tidak perlu menaiki kendaraan atau
semacamnya.
***
Bel
terdengar di sekolah Soeun, yang menandakan jam sekolah akan di mulai.
“Hampir
saja aku datang terlambat”. Ucap Soeun senang.
Setibanya
di ruang kelas, Soeun menyapa teman-temanya.
“Annyeong…?”.
Sapa Soeun dengan ramah.
“Soeun,
maukah kamu nanti malam dating ke pestaku?”. Chanyeol berharap.
“Nde,
aku akan datang”. Soeun menerima meskipun sedikit dengan nada yang malas.
“Ara,
gomawo”. Ucap chanyeol dengan bahagia. Soeun hanya membalas dengan senyuman
kecut di bibirnya.
***
Bel
pulang sudah berbunyi. Para siswa bertebaran tak sabar ingin pulang. Soeun
tampak berjalan sendiri menuju gerbang sekolah Haneul High School. Dari
belakang tampak Taemin berusaha mengerjar Soeun dari belakang dengan sepedanya.
“Soeun,
Ayo naik! Akan ku antar pulang. Ini ajakan yang langka, dan ini tak akan pernah
terjadi lagi”. Taemin tampak berbual agar Soeun mau menerima ajakanya.
“Anio,
Oppa selau bilang seperti itu, bukankah kemarin oppa mengantarku pulang?”,
kenapa mengajaku lagi hari ini?” cibir Soeun.
“Kajja…”
Tanpa
basa basi lagi Soeun membonceng Taemin di sepedahnya.
Di
jalan besar, terlihat Kyungsoo dari dalam mobil melihat Soeun dan Taemin yang
sedang naik sepeda. Dalam hatinya ia hanya melihat Soeun dan bergumam,
“Sepertinya aku mengenal gadis itu”. Kyungsoo berkata lirih. Mobil Kyungsoo
berlalu melewati Soeun yang sedang di bonceng Taemin. Mereka tiba di rumah
Soeun. “Gomawo oppa”. Ucap Soeun berterimakasih.
Taemin
meningalkan Soeun sembari melambaikan tanganya.
Soeun
terhening mengingat apa yang tadi ia lihat. “Sepertinya seseorang yang berada
di dalam mobil tadi aku mengenalnya”. Soeun berusaha mengingat-ingat apa yang
barusaja terjadi. “Tapi entahlah”. Soeun menggacuhkan kejadian tadi.
Saat
Soeun membuka pintu rumahnya, Pandangannya lansung tertuju pada Pot bunga
berisi bunga Mawar merah yang berbunga satu. Soeun jadi teringat Pria misterius malam itu.
“Soeun,
cepatlah makan…mengapa hanya melamun di depan rumah saja, cepat masuk”. Suara
Ibu Soeun membangunkan Soeun dari lamunannya. “Oh”. Soeun menjawab singkat
sembari pergi meninggalakan ruang tamu dan berjalan ke kamarnya. Usai makan
siang Soeun ingat kalau sore itu adalah pesta perayaan ultah Chanyeol. Soeun
arus rela meninggalkan pekerjaan paruh waktunya untuk pergi ke pesta.
“Astaga…aku tak punya baju pesta! Apakah aku harus memakai pakaian muslim saja
agar tidak terlihat jika sebenarnya aku tak mempunyai baju pesta?” Guman Soeun
kesal. “Gwaenchana…” Soeun tak memperdulikan hal itu, dan tetawa sinis. Soeun
yang berdandan rapi dengan kesederhananya memakai pakaian muslim bak akan pergi
ke pengajian.
***
Dengan
menaiki angkutan umun Soeun tiba tiba di rumah Chanyeol, Tampak teman-teman
Soeun yang sudah ramai berkeliaran di pesta Ulang Tahun Chanyeol. “Annyeong…?”
Seperti biasa Soeun tampak menyapa teman-temannya. “ Any…(Sembali menoleh kea
rah Soeun, tetapi ekspresi Yuri tiba-tiba berubah sinis) Hey Soeun, apa yang
sedang kau lakukan disini! Disini tidak ada acara untuk buana muslim…Apa kau
tidak malu?” Yuri tampak meledek Soeun yang datang ke pesta dengan memakai
pakaian muslim. “Wae…? Suka-suka aku dong, pakaian ini siapa yang pakai, kenapa
ikut campur?” Soeun tampak membela. “Hahahaha benar-benar konyol”. Yuri dan
teman-temanya hanya menertawakan Soeun kemudian pergi meninggalkan Soeun
sendirian.
Kejadian
tadi memuat Soeun hilang kepercayaan diri, dan merasa dikucilkan. Soeun merasa
sedih dan tak kuasa untuk meneteskan air matanya. Namun tiba-tiba tangan Soeun di tarik dengan
paksa entah siapa. “Waeyo?” Soeun berusaha untuk melepaskan genggaman tangan
dari pria tersebut. Dan ternyata Pria yang menyeret Soeun adalah Chanyeol.
Soeun kaget denagn apa yang Chanyeol lakukan di hadapan tema-tamannya.
“Lepaskan!” Soeun merasa rishi dengan perlakuan Chanyeol terhadapnya. “Ikut
aku!”. Chanyeol tetap memaksa Soeun ke suatu tempat. Akhirnya Soeun membiarkan
Chanyeol membawanya ke suatu tempat entah dimana. Setelah beberapa menit
mereka berjalan ternyata mereka berhenti di dekat ruang make up dirumah
Chanyeol. Chanyeol menyeret Soeun dengan paksa dan mendorongnya agar Soeun
duduk di kursi rias dan bersedia untuk di rias. “ Kamu tenang saja”. Ungkap
Chanyeol dengan senang. Soeun yang bingung hanya terdiam membisu. Soeun sedang
di make up oleh seorabg yang professional hingga merubah Soeun bagaikan seorang
putri raja. Soeun yang telah selesai dirias melihat dirinya di depan cermin
merasa tak percaya dengan keajaiban yang terjadi pada dirinya. “I’m Beautiful”.
Guman Soeun dalam hati. Chanyeol yang sedari tadi menunggu Soeun di luar
kemudian masuk. Chanyeol pun tak percaya Soeun berubah sangat cantik jelita.
Chanyeol semakin terpesona dengan penampilan Soeun. “Ayo kita kembali ke pesta
lagi,pasti teman-teman sudah menunggu kita. Mereka berdua kembai meuju ruang
pesta, di tengah perjalanan Chanyeol berpapasan dengan pemuda temannya.
“Kyungsoo!”. Teriak Chanyeol yang mengagetkan pria itu. Kyungsoo menoleh dan
bersalaman dengan Chanyeol. “sejak kapan kau datang kesini?
Lanjut lagi ke Fun Fic Part 2 berikutnya yah...
Jangan sampai terlewatkan!:)